Penyesuaian Desain Interior Untuk Ruang Operasi di Rumah Sakit

Penyesuaian Desain Interior Untuk Ruang Operasi di Rumah Sakit

Ruang operasi merupakan unit khusus di rumah sakit yang digunakan untuk kondisi kritis yang mengharuskan adanya proses pembedahan di mana semua komponen yang terlibat di dalamnya harus dalam keadaan steril karena jika tidak, hal itu akan membahayakan pasien.

Sterilisasi dalam operasi tentu saja tidak hanya bersumber dari petugas medis, melainkan juga dipengaruhi faktor lingkungan seperti interior ruang operasi. Untuk itu, peraturan kementrian kesehatan dikeluarkan No 1204 tahun 2004 tentang syarat bangunan operasi. Syarat dalam peraturan tersebut di antaranya:

  1. Besar indeks angka kuman adalah 10 CfU/m3.
  2. Besar indeks pecahayaan adalah 300 sampai 500 lux.
  3. Angka suhu standar adalah 19 derajat sampai 24 derajat celcius.
  4. Angka kelembaban standar adalah 45 sampai 60%.
  5. Tekanan udara haruslah positif.
  6. Angka indeks kebisingan tidak melebihi 45 dBA.
  7. Maksimal waktu pemaparan adalah 8 jam.

Selain parameter lingkungan yang disyaratkan oleh peraturan kementrian kesehatan di atas, ada pula syarat material yang harus digunakan di ruang operasi misalnya harus menggunakan dinding dan lantai steril seperti vinyl roll anti bakteri, AC jenis tertentu, dan lain-lain.

Desain Interior Untuk Ruang Operasi

Karena ruang operasi merupakan ruang yang sangat vital, maka desainnya juga harus sangat diperhatikan untuk kenyamanan dan keselamatan pasien. Desain interior yang paling tepat untuk ruang operasi di antaranya:

1. Letak

Ruang operasi harus terletak di tengah-tengah rumah sakit dan harus berdekatan dengan ruang radiologi, unit gawat darurat dan ruang ICU.

2. Bentuk dan ukuran

Ruang operasi tidak boleh bersudut tajam di semua komponen dari mulai lantai, dinding, dan atap harus berbentuk lengkung dengan warna yang tidak boleh mencolok.

Lantai dan dinding pada ruang operasi harus rata (tidak bergelombang), anti air, mudah dibersihkan dan dapat menampung debu.

Ukuran kamar operasi kecil minimal 5.6 x 5.6 m dan yang besar dengan ukuran 7.2 x 7.8 m

3. Material lantai

Material lantai yang digunakan adalah lantai vinyl khusus rumah sakit yang memiliki ketebalan 2.5 hingga 3 mm. Lantai vinyl yang digunakan haruslah lantai vinyl yang anti bakteri dan mudah dibersihkan dengan pemilihan warna bebas asal tidak mencolok. Distributor jual vinyl lantai rumah sakit banyak tersebar di pasaran khususnya pasar medis dengan harga yang variatif.

Vinyl yang digunakan adalah vinyl roll karena akan memberikan hasil yang lebih rata dan sedikit tanpa celah sehingga tidak akan ada debu yang bersarang.

4. Dinding

Dinding yang direkomendasikan untuk ruang operasi adalah dinding gypsum dengan ketebalan 15 mm atau menggunakan double layer dengan 10 mm masing-masing ketebalannya. Lebih dikrekomendasikan lagi menggunakan gypsum anti air yang kuat dan kokoh.

Baca juga: Tips Sebelum Membeli Atap UPVC

Jika ada ruang operasi yang bersebelahan, maka jangan mempertemukan langsung antar dinding, tapi dapat ditengahi dengan styrofoam atau lembar-lembar spon yang lembut kemudian difinishing menggunakan epoxy painting.

5. Plafon

Gunakan pula plafon gypsum dengan ketebalan 12 m yang anti air, kemudian untuk rangka gunakan rangka galvalum yang berukuran 300 x 300 mm dengan dekoratif yang original saja. Ketahanan rangka haruslah yang mampu menampung beban hingga 60 kg untuk menciptakan ruangan yang aman maksimal.

6. Pintu

Pintu masuk dan keluar pasien haruslah dirancang berbeda, kemudian harus juga menyediakan pintu khusus petugas medis. Usahakan pintu dilengkapi dengan door closer dan kaca pengintai agar dapat melihat ruangan tanpa membuka pintu.

Back to Top